Strategi Memilih Dan Masuk Perguruan Tinggi Yang Tepat

Strategi Memilih Dan Masuk  Perguruan Tinggi Yang Tepat

Strategi Memilih Dan Masuk  Perguruan Tinggi Yang Tepat. Ada sebagian siswa setelah lulus SMP/MTs dan SMA/ SMK/MA karena alasan tertentu tidak dapat melanjutkan pendidikannya. Untuk itu tulisan ini dapat memberikan inspirasi bagaimana mengembangkan diri dan membuka peluang menjadi tenaga kerja yang pintar. Tulisan ini juga dapat memberi inspirasi bagaimana memanfaatkan peluang membuka usaha sendiri. Dan satu lagi dengan tulisan ini  tips untuk kalian yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi

Untuk masuk ke perguruan tinggi, apalagi yang unggul, perlu persiapan panjang dan matang. Apalagi, bila ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri, persiapan kemampuan berbahasa asing harus dimulai sejak duduk di bangku sekolah SLTP, bahkan sejak di sekolah dasar atau SD.

Ada empat hal yang harus dipertimbangkan sebelun menembus atau masuk perguruan tinggi dan memilil jurusan. Keempat hal itu adalah:
(1) Kemampuan akademis dan minat atau bakat;
(2) Kemampuan biaya;
(3) Peluang kerja atau usaha;
(4) Peluang tembus atau masuk.
Keempat hal ini sama pentingnya. Karena itu, keempat hal ini harus dipertimbangkan atau diperhitungkan secara matang dan seimbang. Banyak terjadi, calon mahasiswa memenuhi syarat kemampuan akademis dan biaya (pertimbangan 1 dan 2), namun mengabaikan tingkat persaingan yang tinggi (pertimbangan 4). Akibatnya, dia tidak berhasil menembus atau masuk ke perguruan tinggi dan jurusan yang diidamkannya. Berikut ini kami sajikan beberapa tips dan Strategi Memilih Dan Masuk  Perguruan Tinggi Yang Tepat  akan dibahas satu per satu.

1. Perhatikan Kemampuan Akademis dan Minat 

Bila kalian ingin melanjutkan kuliah, langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah melihat kemampuan akademis atau kecerdasan dan minat atau bakat. Kemampuan akademis dapat disederhanakan menjadi tiga kelompok: kurang, cukup, dan baik. Bila termasuk kelompok baik, kalian memiliki peluang bagus untuk berhasil menyelesaikan kuliah.
Indikator atau tanda-tanda memiliki kemampuan akademis yang baik adalah nilai rapor atau nilai ujian nasional. Bila sekolah kalian terakreditasi A, nilai rata-rata rapor kalian sejak kelas 10 di atas 80. Begitu pula nilai rata-rata ujian nasional di atas 80. Bila kalian memiliki kemampuan akademis ini, kalian berpeluang sukses dalam kuliah.
Bila termasuk kelompok cukup, nilai rata-rata rapor dan ujian nasional sekitar 70 sangat dianjurkan tidak masuk ke perguruan tinggi umum. Risikonya, kalian nanti bisa menjadi sarjana yang bergelar sarjana pengangguran. Lulusan SLTA yang berkemampuan akademik cukup bila masuk politeknik atau lapangan kerja lebih berpeluang Jangan termakan pandangan yang kurang cerdas bahwa semua orang harus menjadi sarjana.
Lulusan SLTA yang berhasil berwirausaha atau mandiri jauh lebih terhormat dan bergengsi dibanding sarjana yang menganggur. Sarjana yang kemampuan akademisnya pas-pasan malahan serba repot, mau kerja kasar malu, namun mau kerja halus pun tak mampu.
Hal berikutnya adalah pertimbangan minat atau bakat. Minat atau bakat akan menjadi motivasi belajar yang dahsyat. Jangan pernah kuliah dan memilih jurusan karena ikut-ikutan teman. Bicaralah secara santun dan persuasit bila orang tuamu memaksa kalian masuk ke suatu jurusan atau perguruan tinggi yang tidak kalian minati.

2. Mempertimbangkan Kemampuan Keuangan

Kemampuan kedua yang harus dilihat adalah kemampuan keuangan. Apakah kalian akan kuliah dengan biaya dari orang tua atau biaya sendiri dari hasil kerja? Biaya kuliah, apalagi di perguruan tinggi yang unggul atau favorit, memang mahal. Uang pangkal perguruan tinggi favorit bisa sampai Rp 80 juta. Jurusan yang memiliki prospek kerja bagus, misalnya kedokteran, biayanya juga mahal. Ada yang mematok uang pangkal Rp 200 juta. Biaya ini belum termasuk uang kuliah yang harus dibayar setiap awal semester.
Bila dari segi biaya aman, masuklah ke perguruan tinggi dengan rasa tenang. Kalian tinggal fokus ke pencapaian prestasi akademik dan ekstrakurikuler di sana. Bila dari segi kemampuan akademik baik, sedangkan kemampuan pembiayaan lemah, namun semangat baja, kalian pun berpeluang untuk masuk ke perguruan tinggi dan sukses. Syaratnya, kalian harus hidup hemat dan penuh semangat berusaha mencari biaya sendiri atau biaya tambahan. Mencari beasiswa mahasiswa berprestasi adalah salah satu jalan keluar yang hebat untuk mengatasi kekurangan biaya kuliah.
Banyak contoh orang sukses di Indonesia yang semasa kuliahnya kesulitan biaya, mencari biaya sendiri atau biaya tambahan. Chairul Tanjung, pengusaha nasional, pemilik Bank Mega, Trans TV, Trans 7, dan jaringan ritel Carrefour yang dibahas pada Bab 16 di muka, semasa kuliahnya termasuk mahasiswa yang mengalami kesulitan biaya.

3. Memikirkan Peluang Masuk Perguruan Tinggi

Peluang masuk ke perguruan tinggi dan jurusan ditentukan oleh dua hal, yaitu tingkat keuggulan perguruan tinggi yang bersangkutan dan jumlah peminat masuk ke suatu jurusan. Peluang masuk perguruan tinggi tavorit di Jawa, yaitu: Universitas Indonesia (Jakarta), Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), Institut Teknologi Bandung (Bandung), Universitas Padjadjaran (Bandung), Universitas Diponegoro (Semarang), Universitas Airlangga (Surabaya), dan Institut Pertanian Bogor (Bogor) lebih berat dibanding masuk ke perguruan tinggi di luar itu.
Membayangkan kampus tavoritmu misalnya Universitas Indonesia, dapat menambah motivasi untuk lulus dan menjadi mahasiswa Ul. Di samping nama besar perguruan tinggi, jurusan juga ikut menentukan peluang masuk. Untuk jurusan IPS, jurusan atau fakultas ekonomi termasuk yang paling diminati. Untuk jurusan IPA, jurusan atau fakultas teknik termasuk jurusan yang paling diminati.

4. Melihat  Prosfek Kerja ke Depan

Untuk memilih jurusan dan perguruan tinggi selain kemampuan akademis dan minat, biaya, dan peluang masuk, hal penting lain yang harus kalian pertimbangkan adalah peluang kerja dan usaha.
Peluang kerja dan usaha antara lain dapat kalian lihat pada iklan lowongan kerja di surat kabar dan Internet, pameran atau bursa lowongan kerja, dan bursa waralaba atau franchise.
Membaca iklan dan menghadiri bursa lowongan kerja dan peluang usaha terlambat dilakukan setelah kalian lulus kuliah atau menjadi sarjana baru. Membaca iklan dan menghadiri bursa lowongan kerja dan peluang usaha justru paling bagus dilakukan ketika kalian duduk di kelas terakhir di SLTA. Sebab, hal ini dapat dijadikan salah satu pertimbangan penting untuk memilih jurusan atau fakultas di perguruan tinggi yang ingin kalian masuki.

5. Mempertimbangkan Keuntungan Kuliah di Perguruaan Tinggi Favorit

Ada tiga keuntungan kuliah di perguruan tinggi favorit atau unggul, yaitu: peluang meraih mutu, membangun jaringan, dan mengukir gengsi. Alumni perguruan tinggi unggul banyak yang suKses dalam kariernya, baik sebagai pegawai pemerintah, perusahaan, maupun wirausahawan. Mereka itu umumnya Sangat terbuka dan suka membantu, welcome kepada adik adik alumninya yang ingin mencari kerja atau membuka usaha. Jaringan atau ikatan batin mereka itu sangat kuat. Inilah salah satu keuntungan dapat kuliah di perguruan tinggi favorit atau unggul.

Itulah tulisan kami yang membahas tentang Strategi Memilih Dan Masuk  Perguruan Tinggi Yang Tepat. Tulisan ini admin dapatkan dari buku Rahasia menjadi siswa yang unggul yang di karang oleh Dr Sumardi. Msc

You may like these posts

Post a Comment