Soal Sumatif IPAS Kelas 4 Bab 7 Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Kurikulum Merdeka
Mencari soal sumatif IPAS kelas 4 bab 7 dengan tema "Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal"? Artikel ini jawabannya. Soal telah disusun sesuai dengan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning CP 046 tahun 2025, serta bersumber dari materi buku siswa IPAS kelas 4 terbitan KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA Edisi Revisi. Bab ini mengajarkan siswa tentang keragaman budaya Indonesia, berbagai bentuk kearifan lokal, warisan budaya yang diakui UNESCO, serta sikap menghargai perbedaan budaya di lingkungan sekitar.
Kumpulan contoh soal sumatif IPAS kelas 4 bab 7 berikut disusun dengan proporsi soal mudah (40%), sedang (30%), dan HOTS (30%). Terdapat 10 soal pilihan ganda, 5 soal isian singkat, dan 5 soal uraian. Dengan rajin berlatih, siswa tidak hanya siap menghadapi ujian sumatif, tetapi juga mampu mengenali kekayaan budaya bangsa, memahami nilai-nilai kearifan lokal, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.
Soal Sumatif IPAS Kelas 4 Bab 7: Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal (Kurikulum Merdeka)
ASESMEN SUMATIF IPAS KELAS 4 BAB 7
TAHUN PELAJARAN: 2025/2026
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta dapat mengidentifikasi berbagai bentuk keragaman budaya di Indonesia (suku, bahasa, rumah adat, pakaian adat, makanan khas, dan upacara adat).
2. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian kearifan lokal beserta contohnya (Sasi, Bebie, Cuci Negeri, Subak, dll).
3. Peserta didik dapat menunjukkan sikap menghargai keragaman budaya dan melestarikan kearifan lokal sebagai wujud cinta tanah air.
Nama Siswa: ...........................................
Kelas: IV (Empat)
I. PILIHAN GANDA (10 Soal)
Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D!
1. Tradisi "Sasi" di Maluku dan Papua merupakan contoh kearifan lokal yang bertujuan untuk....
A. Merayakan panen raya dengan pesta besar
B. Melarang mengambil hasil alam tertentu untuk menjaga kelestarian
C. Mempercepat proses penanaman padi secara gotong royong
D. Menunjukkan kekayaan hasil laut kepada masyarakat luar
2. Berikut ini yang bukan merupakan bentuk keragaman budaya di Indonesia adalah....
A. Beragamnya suku dan bahasa daerah
B. Keseragaman rumah adat di seluruh Indonesia
C. Perbedaan pakaian adat tiap daerah
D. Keanekaragaman makanan khas daerah
3. Upacara "Cuci Negeri Soya" di Ambon yang dilaksanakan dengan gotong royong membersihkan desa mengandung nilai kearifan lokal, yaitu....
A. Individualisme dan kemandirian
B. Persaingan dan perlombaan
C. Persatuan dan persaudaraan
D. Ketaatan pada pemimpin saja
4. Masyarakat Kampung Adat Cireundeu di Cimahi memiliki kekhasan berupa....
A. Mengonsumsi nasi dari singkong sebagai makanan pokok
B. Selalu memakai pakaian adat Sunda setiap hari
C. Tidak menggunakan listrik sama sekali
D. Berbahasa Indonesia yang sangat baku
5. Perhatikan pernyataan berikut!
1. Wayang
2. Keris
3. Sepeda motor
4. Batik
Dari daftar di atas, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO adalah....
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 2, 3, dan 4
D. 1, 3, dan 4
6. Sikap yang tepat ketika menemukan teman yang berasal dari daerah dengan budaya berbeda adalah....
A. Mengejek budaya teman karena dianggap aneh
B. Tidak perlu berinteraksi agar tidak terjadi salah paham
C. Mempelajari dan menghargai perbedaan budaya tersebut
D. Memaksa teman untuk mengikuti budaya kita
7. Faktor utama yang menyebabkan keragaman budaya di Indonesia adalah....
A. Penggunaan bahasa Indonesia yang sama
B. Kondisi alam dan letak geografis yang berbeda
C. Jumlah penduduk yang sangat banyak
D. Sistem pemerintahan yang sentralistik
8. Tradisi "Bebie" di Muara Enim, Sumatra Selatan, adalah tradisi menanam padi secara bersama-sama. Tujuan tradisi ini adalah....
A. Agar proses panen dapat cepat selesai
B. Untuk menjual hasil panen dengan harga tinggi
C. Sebagai syarat mendapatkan bantuan pemerintah
D. Untuk mengalahkan daerah lain dalam lomba pertanian
9. Pernyataan berikut yang merupakan manfaat dari keragaman budaya adalah....
A. Menyulitkan komunikasi antardaerah
B. Memperkaya pengetahuan dan kebudayaan nasional
C. Menyebabkan perselisihan antar suku
D. Menghambat perkembangan pariwisata
10. (HOTS) Salah satu cara melestarikan budaya daerah di era modern adalah....
A. Hanya mempelajari budaya asing yang dianggap lebih keren
B. Menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari di keluarga
C. Menyembunyikan budaya sendiri dari orang lain
D. Menganggap budaya tradisional sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman
II. JAWABAN SINGKAT (5 Soal)
Petunjuk: Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Apa yang dimaksud dengan "kearifan lokal"?
Jawab: _________________________________________________________
2. Sebutkan dua contoh kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian alam!
Jawab: _________________________________________________________
3. Mengapa setiap daerah di Indonesia memiliki rumah adat yang bentuknya berbeda-beda?
Jawab: _________________________________________________________
4. Sebutkan dua warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui UNESCO!
Jawab: _________________________________________________________
5. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai siswa untuk ikut melestarikan budaya daerahmu?
Jawab: _________________________________________________________
III. SOAL URAIAN (5 Soal)
Petunjuk: Jawablah dengan lengkap dan jelas!
1. Masyarakat di daerah pesisir Pantai Selatan Jawa memiliki tradisi "Labuh Saji" atau melarung sesajen ke laut sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada penguasa laut.
a. Menurutmu, nilai kearifan lokal apa yang terkandung dalam tradisi tersebut?
b. Bagaimana tradisi seperti ini dapat berdampak pada sikap masyarakat terhadap lingkungan laut?
c. Di era modern, bagaimana cara kita dapat menghormati dan melestarikan nilai tradisi semacam ini tanpa harus terjebak pada hal-hal yang bersifat takhayul?
Jawab: _________________________________________________________
2. Perhatikan peta Indonesia yang memiliki berbagai simbol rumah adat, pakaian adat, dan tarian daerah.
a. Menurut analisismu, mengapa di Indonesia terdapat keragaman budaya yang begitu banyak? (Jelaskan minimal 2 faktor penyebab)
b. Bagaimana keragaman budaya ini justru dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia?
c. Jika semua daerah di Indonesia memiliki budaya yang seragam, menurutmu apa yang akan terjadi? Jelaskan!
Jawab: _________________________________________________________
3. Saat ini, banyak anak-anak lebih mengenal karakter superhero dari film luar negeri dibandingkan dengan tokoh pewayangan seperti Gatotkaca atau Hanoman.
a. Menurutmu, apa penyebab fenomena tersebut?
b. Apa dampak negatif jika generasi muda semakin tidak mengenal budaya dan cerita tradisionalnya sendiri?
c. Sebutkan 3 (tiga) upaya konkret yang dapat dilakukan di sekolah untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan pada budaya tradisional Indonesia!
Jawab: _________________________________________________________
4. Tradisi "Sasi" di Maluku dan "Bebie" di Sumatra Selatan merupakan dua bentuk kearifan lokal yang berbeda.
a. Bandingkan kedua tradisi tersebut dari segi tujuan pelaksanaannya!
b. Apa persamaan dari kedua tradisi tersebut jika dilihat dari nilai yang dikandungnya?
c. Menurut pendapatmu, mengapa kearifan lokal seperti ini penting untuk dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman?
Jawab: _________________________________________________________
5. Sebagai siswa yang tinggal di Kota Cimahi, kamu mengetahui bahwa masyarakat Kampung Adat Cireundeu memiliki tradisi mengonsumsi "rasi" (beras singkong).
a. Jelaskan mengapa tradisi tersebut dapat dikategorikan sebagai kearifan lokal?
b. Bagaimana tradisi semacam ini berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan?
c. Jika suatu hari kamu berkunjung ke Kampung Cireundeu, sikap apa yang akan kamu tunjukkan untuk menghormati kearifan lokal masyarakat setempat?
Jawab: _________________________________________________________
KUNCI JAWABAN ASESMEN SUMATIF BAB 7
I. PILIHAN GANDA
1. B | 3. C | 5. B | 7. B | 9. B
2. B | 4. A | 6. C | 8. A | 10. B
II. JAWABAN SINGKAT
1. Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur, pandangan hidup, atau kebijaksanaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat mengenai alam dan kehidupan, yang diwariskan secara turun-temurun.
2. Contoh: Tradisi Sasi (larangan mengambil hasil alam), sistem Subak di Bali, hutan larangan adat, tradisi penghormatan terhadap pohon besar. (Sebutkan dua)
3. Karena bentuk rumah adat disesuaikan dengan kondisi alam (iklim, bahan baku yang tersedia, fungsi) dan budaya masyarakat setempat.
4. Contoh: Wayang, Keris, Batik, Angklung, Tari Saman, Pencak Silat, Gamelan, Noken. (Sebutkan dua)
5. Contoh: mempelajari bahasa/tarian/lagu daerah, menggunakan produk budaya lokal, menceritakan keunikan daerah pada teman, ikut serta dalam kegiatan budaya, memakai pakaian adat saat peringatan hari besar. (Jawaban dapat bervariasi)
III. SOAL URAIAN (Pedoman Jawaban - Kebijaksanaan Guru)
1. a. Nilai kearifan lokal: rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap alam (laut) sebagai sumber kehidupan, serta usaha menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan laut.
b. Tradisi ini dapat menanamkan sikap hormat dan tidak serakah terhadap laut. Masyarakat cenderung akan menjaga kebersihan dan kelestarian laut karena menganggapnya sebagai entitas yang dihormati.
c. Kita dapat melestarikan nilai intinya (rasa syukur dan menjaga kelestarian laut) melalui cara modern seperti: melakukan kegiatan bersih pantai, kampanye anti membuang sampah ke laut, mendukung kawasan konservasi laut, serta mengemas tradisi menjadi festival budaya yang edukatif.
2. a. Faktor penyebab: (1) Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan bentang alam beragam; (2) Sejarah interaksi dan akulturasi dengan berbagai kebudayaan asing; (3) Keberagaman suku bangsa yang tersebar di seluruh nusantara.
b. Keragaman budaya menjadi kekuatan karena menciptakan identitas bangsa yang unik dan kaya, menjadi modal pariwisata, mengajarkan toleransi, serta memperkokoh persatuan dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika).
c. Indonesia akan kehilangan kekayaan identitas dan daya tariknya, kehidupan terasa monoton, serta persatuan justru rapuh karena dibangun di atas pemaksaan keseragaman, bukan kesadaran menghargai perbedaan.
3. a. Penyebab: kuatnya arus globalisasi dan penetrasi budaya asing melalui media (film, game, internet), kurangnya pengenalan budaya tradisional di keluarga/sekolah, serta anggapan bahwa budaya tradisional "kuno" atau "tidak keren".
b. Dampak negatif: hilangnya identitas budaya, terputusnya pewarisan nilai-nilai luhur bangsa, lemahnya rasa cinta tanah air, generasi muda lebih individualis.
c. Upaya di sekolah: (1) Mengadakan ekstrakurikuler seni budaya daerah; (2) Menyelenggarakan pentas seni atau pekan budaya secara rutin; (3) Mengintegrasikan budaya lokal dalam mata pelajaran; (4) Mengundang tokoh atau seniman budaya ke sekolah; (5) Melakukan kunjungan edukasi ke kampung adat atau museum.
4. a. Perbandingan tujuan: Sasi bertujuan melestarikan sumber daya alam (memberi waktu pemulihan bagi ekosistem laut), sedangkan Bebie bertujuan mempercepat proses pertanian melalui gotong royong untuk efisiensi tenaga dan waktu.
b. Persamaan nilai: keduanya mengandung nilai kebersamaan (gotong royong), kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta kearifan dalam mengelola sumber daya untuk keberlanjutan hidup masyarakat.
c. Penting dilestarikan karena kearifan lokal mengandung solusi berkelanjutan untuk masalah sosial dan lingkungan yang sesuai dengan konteks lokal, serta merupakan identitas dan jati diri bangsa.
5. a. Tradisi tersebut dikategorikan kearifan lokal karena merupakan pengetahuan dan kebiasaan turun-temurun masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam (singkong) untuk memenuhi kebutuhan pokok, yang menunjukkan adaptasi cerdas terhadap kondisi lingkungan.
b. Kontribusinya: mengurangi ketergantungan pada beras (ketahanan pangan) dan menjaga kelestarian tanah karena singkong dapat tumbuh di lahan kritis.
c. Sikap yang akan ditunjukkan: menghormati dan ingin belajar, tidak menghakimi, mencicipi dengan rasa syukur jika ditawari, serta mendokumentasikan secara positif sebagai bentuk promosi kearifan lokal.
Baca Juga :
Soal Sumatif IPAS Kelas 4 Bab 5: Ini Khas Daerahku
Soal Sumatif IPAS Kelas 4 Bab 6 Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Soal Sumatif IPAS Kelas 4 Bab 8 Menjadi Pahlawan Lingkungan
Kesimpulan
Memahami soal sumatif IPAS kelas 4 bab 7 tentang Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal sangat penting untuk membangun rasa bangga dan cinta tanah air pada siswa sejak dini. Materi ini mengajarkan tentang keragaman budaya Indonesia (suku, bahasa, rumah adat, pakaian adat, makanan khas, upacara adat), berbagai bentuk kearifan lokal (Sasi, Bebie, Cuci Negeri, Subak, Labuh Saji), warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO (Wayang, Batik, Keris, Angklung, Tari Saman), serta sikap menghargai perbedaan budaya.
Dengan beragam soal yang mencakup tingkat mudah, sedang, hingga HOTS, siswa tidak hanya siap menghadapi ujian sumatif, tetapi juga mampu mengenali kekayaan budaya bangsa, memahami nilai-nilai luhur kearifan lokal, serta berperan aktif dalam melestarikan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi. Teruslah belajar dan banggalah menjadi anak Indonesia yang kaya akan budaya!