Soal Sumatif IPAS Kelas 4 Bab 7 Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Kurikulum Merdeka
Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan contoh Soal Sumatif IPAS Kelas 4 Bab 7 Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal yang ada pada semester 2. Soal ini admin ambil dari buku siswa IPAS Kelas 4, dalam soal ini juga sudah terbagi menjadi soal mudah sedang dan ada yang sampai tingkat HOTS ).
Adapun jumlah soal sumatif bab 7 ini yang admin bagikan sebanyak 30 nomor yang terbagi atas 40 nomor soal pilihan ganda, 5 nomor soal isian dan 5 nomor soal essai dan soal ini juga sudah dilengkapi dengan kunci jawaban sehingga memudahkan dalam menemukan jawaban yang benarnya
Soal Sumatif IPAS Kelas 4 Bab 7 Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Kurikulum Merdeka
ASESMEN SUMATIF BAB 7: KERAGAMAN BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
Nama Siswa : ________________________ Tanggal : ________________________
Kelas : ________________________
I. PILIHAN GANDA (Pilihlah satu jawaban yang paling benar!)
1. Tradisi "Sasi" di Maluku dan Papua merupakan contoh kearifan lokal yang bertujuan untuk....
a. Merayakan panen raya dengan pesta besar
b. Melarang mengambil hasil alam tertentu untuk menjaga kelestarian
c. Mempercepat proses penanaman padi secara gotong royong
d. Menunjukkan kekayaan hasil laut kepada masyarakat luar
2. Berikut ini yang bukan merupakan bentuk keragaman budaya di Indonesia adalah....
a. Beragamnya suku dan bahasa daerah
b. Keseragaman rumah adat di seluruh Indonesia
c. Perbedaan pakaian adat tiap daerah
d. Keanekaragaman makanan khas daerah
3. Upacara "Cuci Negeri Soya" di Ambon yang dilaksanakan dengan gotong royong membersihkan desa mengandung nilai kearifan lokal, yaitu....
a. Individualisme dan kemandirian
b. Persaingan dan perlombaan
c. Persatuan dan persaudaraan
d. Ketaatan pada pemimpin saja
4. Masyarakat Kampung Adat Cireundeu di Cimahi memiliki kekhasan berupa....
a. Mengonsumsi nasi dari singkong sebagai makanan pokok
b. Selalu memakai pakaian adat Sunda setiap hari
c. Tidak menggunakan listrik sama sekali
d. Berbahasa Indonesia yang sangat baku
5. Perhatikan pernyataan berikut!
1. Wayang
2. Keris
3. Sepeda motor
4. Batik
Dari daftar di atas, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO adalah....
a. 1, 2, dan 3
b. 1, 2, dan 4
c. 2, 3, dan 4
d. 1, 3, dan 4
6. Sikap yang tepat ketika menemukan teman yang berasal dari daerah dengan budaya berbeda adalah....
a. Mengejek budaya teman karena dianggap aneh
b. Tidak perlu berinteraksi agar tidak terjadi salah paham
c. Mempelajari dan menghargai perbedaan budaya tersebut
d. Memaksa teman untuk mengikuti budaya kita
7. Faktor utama yang menyebabkan keragaman budaya di Indonesia adalah....
a. Penggunaan bahasa Indonesia yang sama
b. Kondisi alam dan letak geografis yang berbeda
c. Jumlah penduduk yang sangat banyak
d. Sistem pemerintahan yang sentralistik
8. Tradisi "Bebie" di Muara Enim, Sumatra Selatan, adalah tradisi menanam padi secara bersama-sama. Tujuan tradisi ini adalah....
a. Agar proses panen dapat cepat selesai
b. Untuk menjual hasil panen dengan harga tinggi
c. Sebagai syarat mendapatkan bantuan pemerintah
d. Untuk mengalahkan daerah lain dalam lomba pertanian
9. Pernyataan berikut yang merupakan manfaat dari keragaman budaya adalah....
a. Menyulitkan komunikasi antardaerah
b. Memperkaya pengetahuan dan kebudayaan nasional
c. Menyebabkan perselisihan antar suku
d. Menghambat perkembangan pariwisata
10. Salah satu cara melestarikan budaya daerah di era modern adalah....
a. Hanya mempelajari budaya asing yang dianggap lebih keren
b. Menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari di keluarga
c. Menyembunyikan budaya sendiri dari orang lain
d. Menganggap budaya tradisional sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman
II. JAWABAN SINGKAT (Jawablah dengan singkat dan jelas!)
1. Apa yang dimaksud dengan "kearifan lokal"?
Jawab: _________________________________________________________
2. Sebutkan dua contoh kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian alam!
Jawab: _________________________________________________________
3. Mengapa setiap daerah di Indonesia memiliki rumah adat yang bentuknya berbeda-beda?
Jawab: _________________________________________________________
4. Sebutkan dua warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui UNESCO!
Jawab: _________________________________________________________
5. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai siswa untuk ikut melestarikan budaya daerahmu?
Jawab: _________________________________________________________
III. SOAL URAIAN (Jawablah dengan lengkap dan jelas!)
1. Masyarakat di daerah pesisir Pantai Selatan Jawa memiliki tradisi "Labuh Saji" atau melarung sesajen ke laut sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada penguasa laut.
a. Menurutmu, nilai kearifan lokal apa yang terkandung dalam tradisi tersebut?
b. Bagaimana tradisi seperti ini dapat berdampak pada sikap masyarakat terhadap lingkungan laut?
c. Di era modern, bagaimana cara kita dapat menghormati dan melestarikan nilai tradisi semacam ini tanpa harus terjebak pada hal-hal yang bersifat takhayul?
Jawab: _________________________________________________________
2. Perhatikan gambar peta Indonesia dengan berbagai simbol rumah adat, pakaian adat, dan tarian daerah!
a. Menurut analisismu, mengapa di Indonesia terdapat keragaman budaya yang begitu banyak? (Jelaskan minimal 2 faktor penyebab)
b. Bagaimana keragaman budaya ini justru dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia?
c. Jika semua daerah di Indonesia memiliki budaya yang seragam, menurutmu apa yang akan terjadi? Jelaskan!
Jawab: _________________________________________________________
3. Saat ini, banyak anak-anak lebih mengenal karakter superhero dari film luar negeri dibandingkan dengan tokoh pewayangan seperti Gatotkaca atau Hanoman.
a. Menurutmu, apa penyebab fenomena tersebut?
b. Apa dampak negatif jika generasi muda semakin tidak mengenal budaya dan cerita tradisionalnya sendiri?
c. Sebutkan 3 (tiga) upaya konkret yang dapat dilakukan di sekolah untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan pada budaya tradisional Indonesia!
Jawab: _________________________________________________________
4. Tradisi "Sasi" di Maluku dan "Bebie" di Sumatra Selatan merupakan dua bentuk kearifan lokal yang berbeda.
a. Bandingkan kedua tradisi tersebut dari segi tujuan pelaksanaannya!
b. Apa persamaan dari kedua tradisi tersebut jika dilihat dari nilai yang dikandungnya?
c. Menurut pendapatmu, mengapa kearifan lokal seperti ini penting untuk dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman?
Jawab: _________________________________________________________
5. Sebagai siswa yang tinggal di Kota Cimahi, kamu mengetahui bahwa masyarakat Kampung Adat Cireundeu memiliki tradisi mengonsumsi "rasi" (beras singkong).
a. Jelaskan mengapa tradisi tersebut dapat dikategorikan sebagai kearifan lokal?
b. Bagaimana tradisi semacam ini berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan?
c. Jika suatu hari kamu berkunjung ke Kampung Cireundeu, sikap apa yang akan kamu tunjukkan untuk menghormati kearifan lokal masyarakat setempat?
Jawab: _________________________________________________________
KUNCI JAWABAN ASESMEN SUMATIF BAB 7
I. PILIHAN GANDA
1. b. Melarang mengambil hasil alam tertentu untuk menjaga kelestarian
2. b. Keseragaman rumah adat di seluruh Indonesia
3. c. Persatuan dan persaudaraan
4. a. Mengonsumsi nasi dari singkong sebagai makanan pokok
5. b. 1, 2, dan 4
6. c. Mempelajari dan menghargai perbedaan budaya tersebut
7. b. Kondisi alam dan letak geografis yang berbeda
8. a. Agar proses panen dapat cepat selesai
9. b. Memperkaya pengetahuan dan kebudayaan nasional
10. b. Menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari di keluarga
II. JAWABAN SINGKAT
1. Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur, pandangan hidup, atau kebijaksanaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat mengenai alam dan kehidupan, yang diwariskan secara turun-temurun.
2. Contoh: Tradisi Sasi (larangan mengambil hasil alam), tradisi penghormatan kepada pohon besar atau hutan keramat, sistem subak di Bali. (Sebutkan dua).
3. Karena bentuk rumah adat disesuaikan dengan kondisi alam (iklim, bahan baku yang tersedia, fungsi) dan budaya masyarakat setempat.
4. Contoh: Wayang, Keris, Batik, Angklung, Tari Saman, Pencak Silat, Gamelan. (Sebutkan dua).
5. Contoh: Mempelajari bahasa/tarian/lagu daerah, menggunakan produk budaya lokal, menceritakan keunikan daerah pada teman, ikut serta dalam kegiatan budaya. (Sebutkan satu yang logis).
III. SOAL URAIAN
1. a. Nilai syukur, penghormatan terhadap alam (laut), dan usaha untuk menjaga harmoni antara manusia dengan lingkungan laut yang menjadi sumber kehidupan mereka.
b. Tradisi ini dapat menanamkan sikap respect (hormat) dan tidak serakah terhadap laut. Masyarakat cenderung akan menjaga kebersihan dan kelestarian laut karena menganggapnya sebagai entitas yang dihormati, bukan sekadar sumber daya yang bisa dieksploitasi semena-mena.
c. Kita dapat melestarikan nilai intinya, yaitu rasa syukur dan komitmen menjaga kelestarian laut, melalui cara-cara modern seperti: melakukan bersih pantai, kampanye anti membuang sampah ke laut, mendukung konservasi laut, dan merayakan tradisi dengan fokus pada festival budaya yang edukatif tanpa harus memaksakan keyakinan tertentu.
2. a. Faktor penyebab:
• Kondisi geografis: Indonesia adalah negara kepulauan dengan bentang alam beragam (gunung, pantai, hutan) yang membentuk pola hidup dan budaya berbeda.
• Sejarah: Adanya pengaruh dan akulturasi dengan berbagai kebudayaan asing (India, Tiongkok, Arab, Eropa) yang masuk ke Nusantara.
b. Keragaman budaya menjadi kekuatan karena: menciptakan identitas bangsa yang unik dan kaya, menjadi modal pariwisata, serta mengajarkan kita untuk saling menghargai perbedaan yang pada akhirnya memperkokoh persatuan dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika).
c. Indonesia akan kehilangan kekayaan identitas dan daya tariknya. Kehidupan akan terasa monoton, kurang dinamis, dan kita kehilangan banyak pelajaran berharga dari kearifan lokal setiap daerah. Persatuan justru bisa rapuh karena dibangun atas pemaksaan keseragaman, bukan atas kesadaran untuk menghargai perbedaan.
3. a. Penyebab: Kuatnya arus globalisasi dan penetrasi budaya asing melalui media (film, game, internet), kurangnya pengenalan budaya tradisional di keluarga/sekolah, dan kesan bahwa budaya tradisional "kuno" atau "tidak keren".
b. Dampak negatif: Hilangnya identitas budaya, terputusnya mata rantai pewarisan nilai-nilai luhur bangsa, lemahnya rasa cinta tanah air, dan generasi muda menjadi lebih individualis karena tidak terikat pada nilai kebersamaan dalam budaya tradisional.
c. Upaya di sekolah:
• Mengadakan ekstrakurikuler seni budaya daerah (tari, musik, teater tradisional).
• Menyelenggarakan pentas seni atau pekan budaya secara rutin yang menampilkan kesenian dari berbagai daerah.
• Mengintegrasikan pengenalan budaya lokal dalam mata pelajaran (seperti dalam pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, atau Seni Budaya).
• Mengundang tokoh atau seniman budaya untuk berbagi pengalaman di sekolah.
• Melakukan kunjungan edukasi ke kampung adat atau museum.
4. a. Perbandingan Tujuan:
• Sasi: Bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam (ikan, terumbu karang) dengan memberi waktu pemulihan, agar tidak habis dieksploitasi.
• Bebie: Bertujuan untuk mempercepat proses pertanian (menanam padi) melalui gotong royong, untuk mencapai efisiensi tenaga dan waktu.
b. Persamaan nilai: Keduanya mengandung nilai kebersamaan (gotong royong), kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta kearifan dalam mengelola sumber daya untuk keberlanjutan hidup masyarakat.
c. Penting dilestarikan karena kearifan lokal mengandung solusi-solusi berkelanjutan untuk masalah sosial dan lingkungan yang seringkali lebih efektif dan sesuai dengan konteks lokal daripada solusi modern yang seragam. Juga, kearifan lokal adalah identitas dan jati diri bangsa yang membedakan kita dengan bangsa lain.
5. a. Tradisi tersebut adalah kearifan lokal karena merupakan pengetahuan dan kebiasaan turun-temurun masyarakat setempat dalam memanfaatkan sumber daya alam (singkong) yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pokok (pangan), yang menunjukkan adaptasi yang cerdas terhadap kondisi lingkungan mereka.
b. Kontribusinya:
• Ketahanan Pangan: Mengurangi ketergantungan pada beras dari padi yang membutuhkan banyak air, sehingga lebih tahan terhadap musim kemarau.
• Pelestarian Lingkungan: Menjaga kelestarian tanah karena singkong dapat tumbuh di lahan kritis, serta mendorong agro-diversitas (keanekaragaman pertanian).
c. Sikap yang akan ditunjukkan:
• Menghormati dan ingin belajar: Bertanya dengan sopan tentang proses pembuatan dan filosofinya.
• Tidak menghakimi: Tidak menganggap aneh atau rendah tradisi mereka.
• Mencicipi dengan rasa syukur: Jika ditawari makanan, menerimanya dengan senang hati dan rasa terima kasih.
• Mendokumentasikan dan membagikan: Mencatat atau memfoto (atas izin) untuk dipelajari dan diceritakan sebagai bentuk penghargaan dan promosi kearifan lokal tersebut.
