Teknik Dasar Lontar Martil dan Penjelasannya

Gurupertama. Teknik Dasar Lontar Martil. Lontar Martil adalah salah satu olahraga athletik yang berada di cabang lemparan yang sering di perlombakan dalamajang tingkat nasional maupun internasional, olahraga lontar martil hampir sama dengan olahraga lempar lainnya. Tapi tetap saja , lontar martil juga memiliki aturan dan cara main sendiri.

Sejarah lontar martil

Lontar martil telah ada sejak peradaban kuno. Sebutan lontar martil berasal dari perlombaan dengan menggunakan martil/palu yang sesungguhnya. Saat itu, olahraga ini hanya dimainkan oleh orang berpostur tinggi, besar, dan kuat. Namun, dengan semakin majunya zaman, olahraga ini dapat dilakukan oleh semua orang.

Dalam Olimpiade modern, lontar martil sudah dilombakan sejak tahun 1900. Namun, saat itu hanya terdiri atas peserta pria. Pada tahun 1995, IAAF mengesahkan peserta wanita untuk ikut serta. Hal tersebut baru terlaksana pada Olimpiade musim panas tahun 2000 di Sidney. 

Setahun sebelumnya, peserta lontar martil wanita sudah diikutsertakan pada kejuaraan dunia (World Championship). Rekor dunia untuk lontar martil pernah dipegang oleh atlet wanita, Tatyana Lysenko. Dia berhasil melontarkan sejauh 77,80 meter pada 15 Agustus 2006 di Talinn, Estonia.

1. Peraturan dalam lomba

Saat ini, berat martil yang digunakan adalah 7,257 kg untuk putra dan 4 kg untuk putri. Martil tersebut diikat dengan tali dengan panjang maksimal 1,22 meter. Tali digunakan sebagai pegangan.

Setiap peserta mendapat 1-4 kali kesempatan melontar. Peserta melontarkan martil di dalam daerah lingkaran yang sudah ditentukan. Pemenang lomba ditentukan berdasarkan jarak terjauh. 

Pelempar diperbolehkan memakai sarung tangan, tetapi tidak diperbolehkan menyatukan jari-jarinya menggunakan selotip atau apapun, kecuali tangannya mengalami luka. Pelempar juga tidak boleh menggunakan alat apa pun untuk mengikatkan dirinya dengan martil yang akan dilontarkannya.

Baca Juga : Teknik Dasar Jalan Cepat

Gambar lapangan lontar martil

Adapun gambar lapangan lempar martil sebagai berikut :

Teknik Dasar Lontar Martil dan Penjelasannya

Ukuran lapangan lontar martil

Teknik Dasar Lontar Martil dan Penjelasannya

Adapun sikap badan saat menolak lontar martil. Sebagai awalan, martil diputar di atas kepala. Lalu dengan kekuatan dan kecepatan penuh, martil dilontarkan. Martil bergerak memutar membentuk lingkaran. Setiap putaran akan bertambah kecepatannya.

Martil dilontarkan ke depan. Faktor yang perlu diperhatikan agar dapat mencapai jarak lontaran yang jauh adalah sudut lontaran dan kekuatan lontar yang dihasil kan dari putaran, kecepatan putar, dan kelenturan gerak.

Teknik lontar martil terdiri dari beberapa tahap, yaitu: 1) Cara memegang martil; 2) posisi sStart; 3) Cara mengangkat; 4) Ayunan lengan; 5)  Masuk ke dalam gerak putaran; 6) Gerak putar dan gerakan kaki; 7) Pelepasan martil; dan 8) Gerakan pemulihan. 

Cara memegang martil

Pegangan martil berada di sendi kedua dari tangan kiri. Tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri. Ibu jari saling silang dengan ibu jari kiri ada di bawah jari kanan atau paralel, berdekatan satu sama lain.

Posisi Awal

Pelempar berdiri di sisi belakang lingkaran lontar dengan punggung menghadap ke arah lontaran. Kedua kaki  terpisah selebar bahu sedikit guna menambah kestabilan sewaktu mengayun. Kedua kaki ditekuk. 

Kedua tangan memegang martil dengan posisi badan tegak di depan badan setinggi pinggang atau dengan badan bagian atas dibengkokkan ke arah kanan. Kedua lengan selanjutnya diluruskan ke kanan dalam persiapan untuk mengangkat yang terletak di sisi belakang pelontar

Cara mengangkat

Ada dua cara untuk mengakselerasikan martil lewat ayunan lengan-lengan, yaitu:

a. Martil diletakkan pada sisi tangan kanan pelontar ke belakang baik di dalam atau di luar lingkaran lontar. Pelontar memulai mengayun lengannya dengan meluruskan badan bagian atas yang kuat yang mula-mula dibengkokkan ke kanan. 

b. Sebelum memulai mengayunkan lengan, martil pertama kali berayun seperti suatu bandul melalui/ di antara kedua kaki yang berdiri sedikit kangkang dan selanjutnya diayunkan ke kanan dari mana ayunan lengan dimulai

Baca Juga : Teknik Dasar Permainan Kasti dan Penjelasannya 

Ayunan Lengan

Badan bagian atas diluruskan dengan suatu gerakan ayunan  setelah mengangkat martil yang terakhir ini dapat dimulai dalam  gerakan ke depan dan ke atas. Lengan kiri lebih mendahului gerakan  daripada yang kanan. 

Selanjutnya kedua lengan diluruskan sejauh  mungkin dalam rangka menghasilkan suatu radius yang luas bagi  jalur putaran dari kepala martil selama dalam ayunan. Dalam ranngka  memenuhi persyaratan penting ini si pelontar mulai menurunkan  bahu kirinya ketika martil telah mencapai titik terendah

Masuk ke dalam gerak putaran

Tahap ini dimulai dengan menekuk kedua lutut, badan tegak,  dan lengan diluruskan. Selanjutnya, gerakan kaki dimulai pada saat  martil mencapai titik terendah dari orbit putarannya serta poros  putaran ada pada tumit kaki kiri, dorongan berasal dari kaki kanan,  mata terfokus pada martil, dan sikap kanan badan diputar secara  aktif melingkari sisi kiri yang ditetapkan

Gerak Berputar dan Gerakan kaki

Pada tahap ini terdiri dari tiga tahap putaran, yaitu:

a. Tahap putaran pertama

Tahap ini terkenal dengan putaran tumit – telapak kaki., poros gerakan pada tumit kaki kiri, dorongan gerakan dari kaki  kanan; selanjutnya, terjadi perubahan dari tumit ke telapak kaki  dari kaki kiri (pada pinggiran sepatu) terus dengan putar poros  yang cepat pada telapak kaki; dekat, gerakan memutar rendah  dari kaki/tungkai kanan, melingkari kaki kiri, dan tempatkan kaki  kanan di tanah segera dan lancar

b. Tahap Putaran Kedua.

Pada tahap ini, putaran tumit – telapak kaki (⅓ putaran  tumit, ⅔ putaran telapak kaki); berat badan ada pada kaki kiri yang  terus ditekuk. Sekanjutnya, posisi badan nampak duduk melawan  tarikan martil; sedangkan, poros bahu dan lengan membentuk  satu segitiga. 

Pada posisi ini, pinggang bergerak mendahului bahu  selama kaki kanan sentuh tanah yang menyebabkan pra tegangan

c. Tahap Putaran Ketiga

Pada tahap ini, putaran terjadi di tumit dan telapak kaki;  tinggi dari titik rendah pada orbit berkurang dari putaran ke putaran; kecepatan putaran meningkat dari putaran ke putaran

Tahap Pelepasan Martil

Pelepasan martil harus yakin bahwa martil dilontarkan  pada suatu sudut optimal dengan kemungkinan percepatan  yang terbesar. Pada saat tinggi pelepasan kira-kira 2 meter di atas  permukaan tempat pendaratan alat, maka sudut pelepasan yang optimal adalah 42 derajat – 44 derajat

Setelah telapak kaki kanan kontak secara  aktif dengan tanah pada akhir putaran, punggung si pelempar 

telah menghadap arah lemparan pada batas depan lingkaran  lempar. Kedua kaki ditekuk kuat-kuat dan titik pusat massa badan  pelempar ada pada titik terendah. Penancapan aktif kaki kanan  berarti bahwa martil dapat diakselerasikan secara efektif sampai  titik terendah tercapai. Titik terendah martil sekarang kira-kira ada di depan pusat badan pada batas belakang lingkaran lempar. 

Kaki  kanan meneruskan berputar ke kiri ke arah putaran; sedangkan,  pinggang kanan mendorong ke arah depan dan kiri. Sisi kiri  badan tetap dimantapkan di tempat. Pelempar tetap ada di depan  dari alat pelemparnya. Sesaat sebelum tahap pelepasan berakhir,  kedua kaki diluruskan. Gerakan berputar dari pinggang secara  mendadak direm pada saat poros pinggang menunjuk kira-kira  ke arah lemparan. Energi kinetik dari kaki dipindahkan ke tubuh  dan kedua lengan.

Pelepasan martil berakhir dengan satu gerakan lengan seperti  mencambuk; kedua lengan yang diluruskan mencambukkan  martil. Martil meninggalkan tangan pada saat setinggi bahu.  Pada saat ini kepala si pelempar ada dalam suatu projeksi vertikal dari tumit kaki kanan. Gaya pelepasan dengan melengkung ke belakang sangat disukai di masa lampau yang sekarang tidak lagi  sesuai, karena memiliki ketidak untungan mengurangi radius pada  waktu pelepasan.

Baca Juga ::Teknik Dasar Permainan rounder dan Penjelasannya

Tahap Pemulihan

Setelah martil lepas ada resiko yang sering dilakukan pelontar  dengan menginjak sisi atas lingkaran lempar. Ini berlaku, terutama  pada pelempar dengan kaki yang lebar. Oleh karena itu harus ada  pemulihan setelah pelepasan martil. 

Untuk menghindari kesalahan ini, si pelontar pertama kali mengangkat kaki kirinya dari tanah dalam rangka tukar kaki. Pembengkokan kaki dan penurunan pusat massa badan mengurangi bahaya melangkah ke depan ke luar dari lingkaran lempar.

Demikianlah artikel admin tentang Teknik Dasar Lontar Martil dan Penjelasannya. Semoga bermanfaat.

Next Post Previous Post