Mengenal Pendidikan Inklusif

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Gurupertama. Pada kesempatan kali ini admin akan membahas artikel yang berjudul Mengenal Pendidikan Inklusif.  Pendidikan adalah satu proses dimana Setiap individu, Siapapun anak didik itu Bisa berkembang dengan optimal. Ketika layanan pendidikannya benar-benar sesuai dengan need atau kebutuhan anak.

Mengenal Pendidikan Inklusif


Itulah salah satu gambaran singkat dari Pendidikan Inklusif. Ketika kita kupas lebih jauh apa itu pendidikan inklusif. Sebenarnya bukan hal baru, Pendidikan inklusif itu adalah sehari-hari yang sudah dirasakan dan dilakukan oleh anggota masyarakat.

Apalagi kalau kita merujuk pada pendapat Tony Booth Maka Pendidikan Inklusi itu dilandasi oleh tiga dimensi yaitu:
Dimensi Basic adalah Culture atau Budaya. Disinilah setiap individu, siapapun hamba Allah itu, berangkat dari budaya masing-masing. Baik budaya dari diri sendiri maupun budaya dari lingkungan,
dan keluarga, itu sudah mencerminkan satu proses yang inklusif.

Artinya betul-betul budaya itu men-support, mendukung eksistensi individu sebagai Hamba Allah.
Ketika kita masuk di dimensi pendidikan, Maka pada hakekatnya pendidikan itu kan dilaksanakan dirumah, di sekolah, dan di masyarakat.

Itupun sudah harusnya mencerminkan keramahan. dan tidak ada diskriminasi dalam proses pendidikan itu dan dilakukan dengan penuh keindahan, happy, senantiasa partner yang dihadapinya Baik itu orangtua, atau kita atau orang dewasa lain harus senantiasa senyum, smile, dan betul-betul mengesankan semua anak yang dididik dalam lingkungannya.

Ketika kita masuk di dimensi regulasi, atau aturan atau yang terkait dengan pengembangan, satu upaya yang dilandasi oleh hukum. Maka itupun benar-benar regulasinya ( harus ) ramah, nyaman dan sangat support untuk mengembangkan semua potensi anak maupun individu yang dihadapi dalam setting pendidikan inklusif.

Jadi hakekatnya pendidikan inklusif itu harus menghasilkan keramahan, itu ditinjau dari filosofi pendidikan tersebut. Jadi filosofi pendidikan inklusif itu, prinsipnya : Semua hamba Allah yang dihadapi itu musti happy, musti nyaman, musti dia merasa bahwa dia berada di lingkungan yang memang berbudaya, berpendidikan, dan dilandasi oleh regulasi.

Jadi artinya, Inklusif itu bukan barang baru. Inklusif itu juga bukan madzhab baru Inklusif itu, sejak Indonesia ada, sejak adanya Adam dan Hawa Inklusif sudah ada. Apalagi dilihat dari 3 dimensi itu, Jadi bukan impor dari Norway, bukan impor dari Jerman, dari Jepang.

Tapi bangsa Indonesiapun sudah menghasilkan satu proses layanan Inklusif. Satu contoh yang kita lihat, di Provinsi Jawa Barat, di Tatar Sunda. Ada yang disebut dengan istilah Tut Wuri Handayani, Ing Ngarso sung Tulodo. dan itu semua adalah filosofi Jawa Barat. 

Dengan demikian, maka kita sebagai bangsa didalam layanan pendidikan ini harus yakin bahwa inklusif itu hasil akhirnya semua yang dihadapi itu happy. Menyenangkan, tidak tertekan. Itu Intinya. Oleh karena itu, maka pendidikan inklusif seharusnya dilakukan di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Walaupun dalam konteks masyarakat, sekolah itu merupakan hal baru yang harus mengimplementasikan pendidikan inklusif.

Dengan demikian pendidikan inklusif itu bisa dilakukan di semua tatar kehidupan. Ketika di sekolah terwujud satu upaya interaksi dan komunikasi yang inklusif, yang nyaman untuk siapapun
yang dalam komunitas inklusif tersebut, maka intinya kita telah berhasil mencapai ekspektasi yang sesuai dengan keberagaman anggota masyarakat atau komunitas tersebut.

Pendidikan inklusif itu sebenarnya sudah melekat didalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh sebab itu, muncul apa yang disebut atau dimaknai di Indonesia. Inklusif itu hakekatnya sama dengan filosofi bangsa Indonesia yaitu "Bhinneka Tunggal Ika". Berbeda-beda, Beragam sama sekali, tapi tetap aslinya satu jua. Itulah Inklusif.

Dari uraian diatas dapat kita kemukakan sendiri bahwa Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengatur agar difabel dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali. 

Itulah artikel kami tentang Mengenal Pendidikan Inklusif, Semoga artikel ini bisa memberika manfaat tentang pendidikan inklusif. 

Oleh : DR.Hidayat M.Si
LihatTutupKomentar