Angkung Sejarah, Jenis dan Cara Memainkannya

Angklung yang diketahui dikala ini mengacu pada suatu instrumen musikal yang banyak dimainkan oleh masyarakat kita. Angklung ini terdiri dari 2- 4 tabung bambu yang dipotong serta diraut secara seksama buat menciptakan nada tertentu kala diketuk ataupun digetarkan. Karakteristik khas angklung merupakan satu instrumen cuma bisa menciptakan satu ataupun sebagian nada saja sehingga cenderung dimainkan dalam bentuk kelompok 
Angkung Sejarah, Jenis dan Cara Memainkannya

Pengertian angklung

Angklung diartikan sebagai perlengkapan musik ( waditra) dan ialah perlengkapan musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Bagi mitologi Bali, kata angklung berasal dari kata angka yang berarti nada serta kata lung yang berarti patah atau lenyap. Angklung setelah itu dapat dikatakan selaku nada ataupun laras yang tidak lengkap.
Perlengkapan musik yang dibuat dari bambu ini akan menghasilkan bunyi apabila kita goyangkan. Bunyi yang dikeluarkan oleh angklung ini dapat diakibatkan oleh benturan badan pipa bambu, sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, hingga 4 nada dalam tiap ukuran, baik besar ataupun kecil. 

Sejarah angklung

Bila kita coba mengurut sejarah Angklung, sebenarnya agak susah menentukan semenjak kapan kesenian angklung mulai terdapat di lndonesia, darimana asalnya, serta siapa yang pertama menciptakannya. Tetapi, apabila dilihat dari sejarah pertumbuhan seni pertunjukan wilayah Jawa Barat, angklung berasal dari wilayah Jawa Barat itu sendiri. 

Dari sebagian sumber, angklung menyebar secara luas nyaris di segala pelosok Jawa Barat serta dipergunakan sebagai perlengkapan kesenian yang menunjang upacara- upacara adat dan tradisi daerah- wilayah tersebut. Misalnya di wilayah Banten, Baduy, Sukabumi, Cirebon, serta lain- lain. 

Fungsi dan manfaat anklung

Angklung mempunyai manfaat utama selaku sarana ritual semacam Upacara Ngaseuk Pare( menanam benih padi), Nginebkeun Pare( menyimpan padi buat sedangkan), Ngampihkeun Pare( menaruh padi), Seren Taun ( upacara tahunan), Nadran( berziarah), Ngunjung ka Gunung Jati( upacara ritual ke Gunung Jati), Heleran( menggiling padi), serta masih banyak lagi yang yang lain. 

Uniknya, pada zaman dulu angklung memiliki fungsi selaku fasilitas ritual, ialah untuk menghormati Dewi Sri selaku dewi kesuburan. Angkung dimainkan supaya Dewi membagikan berkah kesuburan pada tumbuhan pertanian ataupun kegiatan- aktivitas yang dilaksanakan penduduk, serta hasilnya hendak bisa membawa khasiat dan berkah bagi penduduk. 

Tidak hanya berperan selaku fasilitas ritual, angklung pula dimainkan dalam kegiatan hiburan. Angklung yang dimainkan merupakan angklung degung, ialah angkiung yang dimainkan buat mengiringi suatu kesenian, semacam kesenian kuda lumping, kesenian badeng, mengiringi" kawih"( nyanyian Sunda), mengiringi tarian, serta masih banyak lagi yang yang lain. 

Demikian juga dalam upacara- upacara kerajaan, kesenian angklung pula digunakan selaku kesenian yang mengiringi peperangan. Mengerti kah kalian?  

Jenis jenis angklung

Bersumber pada jenisnya angklung terbagi 2, ialah angklung tradisional dan angklung modern. Yang termasuk angklung tradisional merupakan angklung baduy, angklung buncis, angklung gubrag, serta angklung bungko. Sebaliknya angklung modern adalah angklung yang dibesarkan olen Daeng Sutigna, sehingga kerap disebut angklung daeng. 

Cara memainkan angklung

Cara memainkan angklung adalah dengan metode digoyang- goyang, sehingga angklung hendak menciptakan bunyi. Bunyi pada angklung timbul sebab bambu- bambu angklung saling berbenturan. Bunyi yang dihasilkan dari benturan bambu- bambu tersebut membentuk lapisan nada. cara bermain angklung.

Demiikanlah artikel kami tentang Angkung Sejarah, Jenis dan Cara Memainkannya. Semoga bermanfaat kepada pembaca

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url